Bukan amalmu yang memasukkanmu ke surga

bukan amalmu yang memasukkanmu ke Surga

Ada seorang hamba Allah yang beribadah selama 500 tahun di atas sebuah bukit yang berada di tengah lautan. Di bawah bukit Allah mengeluarkan air tawar serta menumbuhkan satu pohon delima yang setiap harinya mengeluarkan satu buah delima.

Setiap sore,  orang shaleh itu turun memetik buah delima, lalu memakannya, minum dan kembali ke puncak bukit untuk beribadah kepada Allah.

Begitulah yang dia lakukan siang dan malam selama 500 tahun. Bahkan malaikat pun terkagum-kagum manakala mendapati orang itu sedang sujud kepada Allah setiap kali malaikat turun dari langit.

Dalam setiap doanya orang itu selalu meminta kepada Allah supaya mematikannya dalam keadaan bersujud, dan supaya badannya tidak disentuh oleh bumi atau apapun hingga hari berbangkit.

Dan Allah pun mengabulkan permohonannya.

Pada hari berbangkit, orang itu pun dihadapkan kepada Allah dan Allah berkata “Hai Malaikat, masukkanlah hambaku ini ke dalam syurga dengan limpah rahmat-Ku”

Tetapi orang itu berkata “Dengan disebabkan amal ibadahku selama 500 tahun ya Allah”

“Tunggu dulu malaikat !!”, seru Allah, “Hitunglah semua nikmat yang telah kuberikan kepadanya selama dia hidup di dunia, dan hitunglah pula semua amal ibadahnya yang telah dilakukannya selama 500 tahun.”

Malikat pun kemudian menghitung semua amal ibadahnya selama 500 tahun dan juga semua nikmat yang telah Allah berikan kepada orang shaleh itu.

Dan setelah selesai menghitungnya, malaikat lalu berkata “Amal ibadah yang dilakukan orang ini siang dan malam selama 500 tahun hanya sanggup membayar nikmat penglihatan sebelah mata saja, sedangkan nikmat-nikmat lain seperti sebelah matanya lagi, pendengaran, kaki, tangan, mulut, hidung, makanan, minuman, udara dan lain-lain belum dihitung”.

Allah pun kemudian berkata “Masukkanlah orang itu ke dalam neraka”.

Saat orang itu hendak diseret ke neraka oleh Malaikat, ia pun berkata: “Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam syurga dengan rahmat-Mu”.

Allah  lalu berkata kepada malaikat “Bawakan dia kemari !!!”.

Setelah orang itu dihadapkan kepada Allah, ditanyalah orang itu, “Siapakah yang menjadikan kamu yang dahulunya tidak ada menjadi ada?”.

“Engkau ya Allah”, jawab orang itu.

“Apakah itu karena amalmu atau rahmat-Ku?”

“Ya Allah, dengan rahmat-Mu”.

“Siapakah yang memberimu kekuatan sehingga kamu mampu beribadah selama 500 tahun ?”

” Engkau ya Allah”

“Siapakah yang menempatkan kamu di atas bukit dan mengeluarkan air tawar yang bersih bagimu padahal kamu berada tengah-tengah lautan yang airnya sangat asin?”

“Engkau ya Allah ”

Siapakah yang menumbuhkan pohon delima yang mengeluarkan buahnya setiap hari, sehingga kamu dapat makan darinya, padahal delima itu hanya berbuah setahun sekali? Lalu kamu meminta supaya Aku mematikan kamu dalam keadaan sujud, dan aku kabulkan,  jadi siapakah yang berbuat semua itu?”

“Ya Allah Ya Tuhanku Engkaulah yang melakukannya”.

Lalu Allah pun berkata “Maka semua itu adalah dengan rahmat-Ku dan kini Aku memasukkan kamu ke dalam syurga juga adalah dengan rahmat-Ku”.

Dari kisah di atas,  memberi gambaran bahwa amal sholeh yang kita lakukan tidak akan dapat membayar walaupun seujung kuku sekalipun dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Lihatlah orang shaleh itu yang sudah beramal ibadah siang dan malam selama 500 tahun, ternyata hanya sanggup membayar nikmat Allah berupa nikmat penglihatan sebelah matanya, belum termasuk nikmat lain-lain yang masih sangat banyak.

Bagaimana dengan kita yang umurnya pendek yang rata-rata hanya 80 tahun dan kita tidak setiap detik sujud dan beribadah kepada Allah seperti orang shaleh itu.

Nikmat Allah yang manakah yang telah dapat kita bayar dengan amal ibadah yang kita lakukan selama ini, sedangkan untuk membayar nikmat sebelah mata saja kita perlu beramal ibadah siang dan malam selama 500 tahun.

Suatu hari Rasulullah pernah berkata “Tidak ada amal soleh seseorang dari kalian yang bisa menyebabkan masuk surga”.

Para sahabat bertanya “Dan engkau juga tidak bisa, ya Rasulullah?”

Beliau menjawab “Aku juga tidak bisa, kecuali bila Allah melimpahkan anugerah dan rahmat-Nya”.

Oleh karena itu janganlah kita berbangga hati bahwa dengan amal shaleh yang kita lakukan akan memasukkan kita ke dalam syurga lalu menjadikan kita ujub.

Lalu apakah dengan kisah di atas, kita tidak perlu lagi beribadah??

Bukan, bukan itu inti dari kisah ini, bukan itu pesan dari cerita di atas. Kita tetap harus beribadah demi memenuhi perintah Allah. Rahmat Allah itu tidak gratis, tidak ujug-ujug dikasih begitu saja oleh Allah.

Untuk meraih rahmat Allah itu kita tetap harus mematuhi perintah Allah, melaksanakan semua kewajiban yang Allah perintahkan dan menjauhi semua yang dilarang-Nya.

Tidak mungkin rahmat Allah itu turun kepada orang yang tidak mau sholat, tidak mau puasa, tidak mau zakat. Tidak mungkin rahmat Allah itu turun kepada orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya dan orang-orang yang membangkang perintah-Nya.

Orang yang beramal ibadah secara ikhlas otomatis akan mendatangkan rahmat Allah yang menyebabkannya masuk surga, dan orang yang tidak beramal ibadah mustahil mendapatkan rahmat Allah yang berarti mustahil bisa masuk surga.

Oleh karena itu marilah kita tetap tekuni ibadah kita dan selalu memohon kepada Allah supaya kita dimasukkan dalam syurga dengan rahmat-Nya.

Salam satu jari !!

 

  (589)

Leave a Reply